Rangkaian Semana Santa Larantuka

semana santa larantuka

Saat Paskah tiba masyarakat Flores punya cara untuk merayakannya dimana Paskah tidak hanya diperingati secara keagamaan dengan Misa namun juga menjalaniritual peninggalan budaya nenek moyang.

Budaya tradisi bertahan hingga kini dan menjadi daya tarik turis local maupun mancanegara dari berbagai belahan dunia seperti Eropa dan Asia serta Australia yang dekat dengan kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat dari berbagai gugusan pulau di Nusa Tenggara Timur ( NTT ) berkunjung ke Larantuka sebagai destinasi utama wisata religi sepanjang bulan Paskah yang biasanya jatuh sekitar rentang  akhir bulan Maret hingga akhir April sesuai perhitungan tahun berjalan.

Ritual Paskah di Larantuka berlangsung padat dimulai hari Rabu hingga hari Minggu dan diikuti tidak hanya oleh umat katolik tapi juga siapa saja boleh ikut serta karena Paskah merupakanpaduan tradisi budaya suku dan ritual keagamaan umat Katolik.

Ribuan orang akan berkumpul mengikuti tradisi Paskah di Larantuka dari berbagai desa yang tersebar di berbagai pulau dalam rumpun Nusa Tenggara Timur sejak Minggu Palem yaitu beberapi hari sebelum masuk ke hari Jumat Agung saat Yesus Kristus disalibkan atau puncak Paskah itu sendiri.

Tidak semua warga merayakan tradisi Paskah di kota Larantuka melainkan ada pula di kota lain yakni di Lamalera dimana warga memiliki tradisi Paskah tersendiri.

Masyarakat Loweleba yang merupakan ibukota Kabupaten Lembata , NTT turut memanfaatkan tradisi Paskah di Larantuka usai Minggu Palem hingga Rabu setelahnya untuk mengikuti perayaan ini secara berurutan.

Urutan Prosesi Perayaan Tradisi Paskah di Larantuka sbb:

  1. Prosesi diawali dengan RABU TREWA

Tradisi Paskah di larantuka di awali dengan ritual keagamaan Misa Rabu Trewa pada masing masing Paroki yang ada di Larantuka. Trewa berarti bunyi bunyian terakhir setelah Misa pukul 20.00 wita dimana warga diperbolehkan memasang music atau bunyi bunyian lain dan Gerejapun masih boleh membunyikan lonceng hingga pukul 20.00 wita dan setelahnya tidak lagi di ijinkan

  1. KAMIS PUTIH

Esoknya yaitu masuk pada perayaan perjamuan terakhir , Kamis Putih pada pukul 10.00 wita dengan suasana sepi tanpa bunyi bunyian bak hari Nyepi pada masyarakat Hindu di Bali.

Ini dimaksudkan untuk persiapan mengeluarkan TUAN  MA ( Patung Bunda Maria ) yang di mulai pada hari kamis Putih  dari Kapel Maria Pante Kebis dimana akan di mandikan oleh 5 (lima) suku besar yang ada di Larantuka.

Kegiatan ini tertutup untuk umum namun setelah pemandian ini biasanya warga mengambil air mandi di bak lalu dipindahkan ke botol untuk dibawa pulang yang diyakini oleh masyarakat disini mempunyai khasiat baik untuk kesehatan.

Tuan Ma atau patung Bunda Maria ini di keluarkan setahun sekali ketika perayaan Paskah dan untuk pertama kalinya hanya keluarga Kerajaan saja yang boleh mencium Tuan Ma.

Hari Kamis mulai pukul 22.00 wita , umat mulai melakukan lamentasi hingga pagi di Gereja Katedral Larantuka dan di ijinkan untuk mencium Tuan Ma di Kapel Pante Kebis dan TUAN  ANA ( Patung Yesus Kristus ) di Kapel Lohayong.

Ritual mencium Tuan Ma dan Tuan Ana ini berlangsung hingga Jumat pukul 13.00 wita.

  1. Rangkaian prosesi Jumat Agung.

Prosesi Jumat Agung dimulai dengan perarakan Tuan Ma dan Tuan Ana ke Katedral Reinha Rosari Larantuka mulai pukul 14.00 wita dimana Tuan Ma menjemput Tuan Ana lalu masuk ke Gereja dengan iringan ribuan warga Larantuka juga tidak ketinggalan Turis local dan Mancanegara.

Tradisi Paskah di Larantuka pada Jumat Agung dilakukan di Laut mulai pukul 12.00 witadari Pantai Kota menuju Pesisir terus ke Desa Pohon Sirih.

Sebelum menuju kapal Tuan Ma dan Tuan Ana , warga lebih dahulu menyambut Tuan Meninu ( Laskas Langit ) di pinggir Pantai Pohon Sirih.

Prosesi pengantaran Tuan Meninu dikawal oleh satu orang terpilih dari suku pilihan yang menjunjung patung Tuan Meninu  ( Laskar laut ) dari atas kapal menuju sampan khusus.

Pada sampan ini, Tuan Meninu diletakkan di bagian depan dan satu orang pembawanya di belakang.

Prosesi pengantaran Tuan diiringi warga menuju ke Armida ( tempat penataan patung ) di dalam kota Larantuka.

Untuk membuka jalan , anak anak suku khusus berada di bagian depan iringan prosesi laut dari seberang Larantuka ini.

Ada sekitar 7-8 Sampan  dimanasetiap sampan berisi dua anak suku yang disebut Laskar kecil untuk mengawal Tuan Meninu di ikuti oleh warga sampai ke Pesisir menuju Pohon Sirih yang ditempuh dalam waktu satu jam.

Di pesisir pantai warga larantuka sudah menunggu dan setibanya di Pohon Sirih , Tuan Meninu diantar menuju Armida Pohon Sirih untuk selanjutnya warga berjalan menuju kapel Tuan Ma lalu menjemput Tuan Ana dan bersama warga menuju Gereja Katedral.

  1. Prosesi Keliling Delapan  Armida  ( Tempat Penataan Patung )

Ritual keagaman dilakukan dengan mencium salib ( bagian dari penghormatan salib ) di Gereja Katedral Larantuka mulai pukul 15.00 wita kemudian pukul 18.00 wita umat kembali menjalani prosesi yang dibuka dengan istilah ovos atau peratapan.

 

“ Ovos atau Nyanyian Ratapan “ ini dilakukan di Gerja selama 15 menit lalu umat keluar dari Gereja dan mengelilingi 8 ( delapan ) Armida di Larantuka.

Tuan Ma dan Tuan Ana beserta iring-iringan menjenguk delapan Armida ini hingga jelang subuh pukul 03.00 wita dan kembali ke Gereja.

Ritual ini masih berlanjut pada Sabtu pukul 07.00 wita dimana Tuan Ma dan Tuan Ana diantar pulang ke Kapel masing-masing.

Beragam suku, umat dan masyarakat Flores hingga tamu asing berbaur dalam rangkaian prosesi lebih dari 24 jam ini.

Saat ritual Paskah semua rumah di larantuka terbuka untuk siapa saja dan tamu asingpun boleh menumpang mandi atau rebahan disetiap rumah penduduk.

Gereja juga menyiapkan Guide atau pemandu wisata bagi tamu asing yang ingin mengikuti prosesi.

  1. Suku mengambil alih prosesi

Sabtu pagi, ketikaTuan Ma dan Tuan Ana kembali ke Kapel masing-masing maka suku mengambil alih prosesi dimana suku yang  di khususkan mengemas kembali Patung Bunda Maria dan Yesus Kristus kemudian Kapel pun ditutup untuk umum.

Sabtu sore warga Larantuka melakukan Misa Sabtu  Santo atau Misa malam Paskah mulai pukul 18.00 wita dan pada saat itulah lonceng Gereja boleh di bunyikan kembali.

Berikutnya ritual paskah lebih mengarah kepada upacara keagamaan pada hari Minggu diadakan 3 kali Misa mulai pukul 06.00.08.00 dan 16.00 wita.

Ritual Paskah di Larantuka berakhir dengan Misa dan warga kembali ke rumah seusai melepas lelah dan hebatnya selama mengikuti rangkaian prosesi Paskah semua umat bersemangat dan kuat secara phisik meski setelahnya tubuh memang lelah dan kebanyakan warga menikmati istirahat selesai Misa Minggu.